Usia Berbeda Jauh? Ini Tips nya
Istri Jauh Lebih Tua dari Suami -> Rentan Menimbulkan konflik?
Apa benar statement diatas?
Jawaban nya bisa benar bisa salah. Tergantung dari sisi mana kita melihat nya. Jika kita melihat dari teori psikologi barat, maka mereka sepakat, bahwa umur sangat menentukan. Jika sang istri lebih tua atau bahkan jauh lebih tua, maka ini akan menjadi hambatan bagi mereka berdua dalam menjalani kehidupan. Kenapa? Karena teori psikologi barat sangat menekankan setiap individu pada pengalaman hidup, egoisme, dan lain-lain.
Wajar jika sang istri akan lebih memimpin dan egois. Mengapa? Karena fitrah nya pun perempuan menentukan sikap lebih dengan menggunakan perasaan. Maka wajar jika perempuan sulit mengontrol perasaan nya. Apalagi jika selama masa hidup nya penuh dengan pengalaman. Baik pengalaman baik maupun indah. Pastinya mereka sudah melalui proses perjalanan hidup yang terjal, keras dan berliku. Wajar jika perempuan akan lebih egois.
Nah lantas apakah sama pandangan islam dengan pandangan teori psikologi barat ini? Jawaban nya sangat jauh berbeda!
Contoh simple nya adalah Rasulullah. Sosok suri tauladan bagi semua umat islam. Sosok yang tidak perlu diragukan lagi sifat, sikap dan perilaku nya. Setiap kata-kata nya, perilaku nya, bukan kehendak dia sendiri, namun wahyu dari Allah.
Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (An-najm 3-4)
Pertama kali Rasulullah menikah dengan seorang wanita janda berusia 40 tahun, sedangkan saat itu umur Rasulullah baru berusia 25 tahun.
Bayangkan, Rasulullah yang berusia 25 tahun, masih muda, single, tampan, berakhlak baik bahkan diberikan gelar al-amin (yang dapat dipercaya) oleh seluruh penduduk kota mekah, namun memilih untuk menikah dengan seorang janda, beranak 4 dan kaya raya.
Coba liat kriteria Khadijah ini.
1. Janda
2. Beranak 4
3. Kaya Raya.
Dari kriteria diatas, jelas bahwa pengalaman hidup khadijah lebih banyak. Khadijah sudah pernah mengalami gagal nya pernikahan, sedangkan Rasulullah belum.
Khadijah sudah mempunyai anak, sedangkan Rasulullah belum. Dan yang paling penting khadijah kaya raya, dan Rasulullah hanya seorang budak pegawai dari khadijah.
Dari cerita ini, jelas kita bisa simpulkan pasti Khadijah yang akan lebih ‘berkuasa’ menguasai rumah tangga. Kenapa? Karena pengalaman khadijah lebih banyak.
Namun apakah memang seperti itu kisah rumah tangga mereka? Tentu tidak.
Mengapa? Karena Rasulullah dan Khadijah bisa menempatkan diri mereka masing-masing. Rasulullah tau apa hak dan tanggung jawab dia, begitupun khadijah. Dia tau apa hak dan tanggung jawab nya. Inilah kunci kesuksesan rumah tangga muslim.
Kedua pasangan tau siapa diri mereka, tau apa peranan mereka, dan mereka sadar akan ini semua. Ketika mereka berdua beriman kepada Allah, maka kedua pasangan siap menerima konsep berumah tangga secara islami. Mereka berdua siap menerima konsep bagaimana menjadi seorang suami dan istri yang baik.
Allah bersabda : “ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untukmenyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”(QS.An-Nisa:34)
Konsep Allah diatas sudah sangat jelas sekali. Biarkan suami mu menjadi pemimpin mu. Dan didik istri mu untuk menjadi seorang istri yang taat.
Maka jelaslah sudah bagaimana cara agar rumah tangga yang kita bangun dapat menjadi rumah tangga yang sakinah dan wa rahmah. Kunci nya jelas, yaitu ikut aturan dan konsep yang sudah Allah turunkan. Lepaskan seluruh ego, pengalaman, logika, atau apapun itu semua.
Inilah kunci sukses kebahagiaan rumah tangga kita semua.
Wallahualam..
*jika bermanfaat, silahkan di share..
